Jakarta – Di tengah semangat kebersamaan dengan buruh, Riyan Hidayat resmi mengambil formulir pendaftaran Calon Ketua Umum DPP Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN), Jumat (01/05/2026).
Bertempat di Sekretariat Panitia Kongres BM PAN ke-VII di Kemang, Jakarta Selatan, usai sholat Jumat, Riyan tiba didampingi puluhan buruh dan kader muda, aktivis, mantan Pengurus BEM,serta Kader-kader Cipayung Plus serta mengajak Pedangan Keliling seperti, Bakso,Kopi, Es Podeng, Batagor dan ketoprak,Ia menegaskan langkahnya bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk membesarkan organisasi BM PAN.
“Saya hadir bersama buruh karena mereka adalah saudara saya, Momentum ini saya gunakan untuk mengambil formulir calon ketua umum BM PAN. Saya sudah siap sejak 2022,” ujar Riyan dengan suara lantang.
Riyan mengaku persaingan dalam kongres nanti adalah hal yang lumrah. Sejak awal, ia bersama kader lainnya sudah melewati dinamika yang sama, kompetisi justru mematangkan organisasi.
“Persaingan itu biasa. Yang tidak biasa adalah ketika kita saling meninggalkan teman yang bekerja. Saya kenal semua DPW BM PAN se-Indonesia. Apalagi sekarang saya didampingi Ismu Zakky Muchlis, Ketua DPW BM PAN DKI Jakarta. Dan Zakky menegaskan: saya setia kepada teman yang bekerja untuk BM PAN, (Riyan Hidayat” tegasnya.
Senada dengan Zakky, Muhammad Afif Fahreza (Kokoh), mantan Presiden Mahasiswa IPB yang kini menjadi juru bicara Tim Pemenangan Riyan Hidayat, menyebut sosok Riyan bukan sekadar pemikir.
“Bang Riyan Hidayat tidak hanya membawa ide dan gagasan. Beliau melakukan langsung kerja-kerja nyata di BM PAN. Bukan hanya untuk BM PAN, tapi untuk rakyat Indonesia sendiri,” ujar Afif penuh keyakinan.
Dengan optimisme tinggi, Riyan yakin mendapatkan dukungan dari DPW-DPW di seluruh Indonesia. “Saya optimistis. Bukan karena jabatan, tapi karena kerja. Saya tidak kenal lelah membesarkan BM PAN untuk rakyat,” pungkasnya.
Kongres BM PAN ke-VII akan digelar dalam waktu dekat. Nama Riyan Hidayat kini menjadi salah satu kandidat terkuat yang mengusung semangat kerja nyata dan keberpihakan saudara-saudari, kepada buruh serta rakyat kecil.





