BANTEN — Forum Komunikasi BEM/DEMA PTAI Banten menggelar pelantikan kepengurusan sekaligus aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, Minggu (4/10/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk refleksi HUT Provinsi Banten sekaligus menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.
Uniknya, pelantikan dilakukan di depan gerbang dan jalanan, tanpa seremoni mewah maupun undangan pejabat. Presidium Wilayah Forkom BEM PTAI Banten terpilih, Muhammad Nur Hidayat, menegaskan bahwa pilihan tersebut merupakan simbol keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat.
«“Kami tidak perlu pelantikan di gedung, tidak perlu mengundang pejabat dan tidak perlu kemewahan. Inilah wajah BEM PTAI Banten, hadir sebagai garda depan masyarakat dan akan terus mengawal kebijakan pemerintah Provinsi Banten,” tegasnya.»
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak Gubernur Banten Andra Soni segera merealisasikan janji politiknya kepada masyarakat. Mereka juga meminta DPRD Provinsi Banten lebih serius menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Aksi berlangsung sejak pagi hingga menjelang malam. Massa diterima Ketua DPRD Provinsi Banten, Sekda Banten, sejumlah OPD dan aparat kepolisian. Namun, mahasiswa menyayangkan Gubernur Banten tidak hadir secara langsung menemui massa aksi.
Forkom BEM PTAI Banten menegaskan aksi tersebut menjadi awal komitmen organisasi untuk terus mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan kepentingan masyarakat Banten.
“Kami akan terus mengawal, mengkritisi dan mengingatkan pemerintah ketika kebijakan tidak berpihak kepada masyarakat,” tegas Muhammad Nur Hidayat.





