
PRABUMULIH, SUMATERA SELATAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 85 Kelompok 56 UIN Raden Fatah Palembang turut mendorong perkembangan ekonomi digital di masyarakat melalui edukasi dan penerapan pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kemang Tanduk, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pelaku usaha lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kemudahan transaksi bagi masyarakat.
Salah satu UMKM yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut adalah Toko Sembako Tiga Putri yang berada di Dusun III, Desa Kemang Tanduk. Toko yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat tersebut menjadi contoh usaha lokal yang memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 56 memperkenalkan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran yang dapat memberikan kemudahan bagi penjual maupun pembeli. Kehadiran metode pembayaran digital diharapkan dapat membantu masyarakat mengikuti perubahan pola transaksi yang semakin praktis, cepat, dan efisien.
QRIS Jadi Jembatan UMKM Menuju Ekonomi Digital
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam aktivitas ekonomi. Transaksi jual beli yang sebelumnya lebih banyak dilakukan menggunakan uang tunai kini mulai bergeser menuju pembayaran secara digital.
Melihat perkembangan tersebut, mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85 Kelompok 56 berupaya mengambil peran dengan memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan usaha.
QRIS dipandang sebagai salah satu sarana yang dapat membantu pelaku UMKM menyediakan pilihan pembayaran yang lebih beragam kepada pelanggan. Dengan adanya QRIS, pembeli dapat melakukan pembayaran secara digital menggunakan aplikasi pembayaran yang telah mendukung sistem tersebut.
Bagi pelaku usaha, penerapan pembayaran digital juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Pelanggan tidak lagi harus selalu menyediakan uang tunai ketika berbelanja, sementara pelaku usaha dapat menyediakan alternatif pembayaran yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat di era digital.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk edukasi bahwa transformasi digital tidak hanya berlaku bagi perusahaan besar atau pelaku bisnis di wilayah perkotaan. UMKM yang berada di desa juga memiliki kesempatan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi guna meningkatkan daya saing dan memperluas peluang usahanya.
Mendorong UMKM Desa agar Lebih Adaptif
Keberadaan UMKM memiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat desa. Toko sembako, warung, usaha makanan, kerajinan, hingga berbagai usaha rumahan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga mengenai kemampuan pelaku usaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan konsumen.
Mahasiswa KKN Kelompok 56 melihat bahwa pengenalan QRIS dapat menjadi langkah sederhana untuk memperkenalkan konsep ekonomi digital kepada masyarakat Desa Kemang Tanduk.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan QRIS sebagai alat pembayaran, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat teknologi sebagai peluang dalam mengembangkan usaha.
Penerapan sistem pembayaran digital diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi pelaku UMKM sekaligus membuka wawasan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Toko Sembako Tiga Putri Jadi Bagian dari Langkah Digitalisasi
Toko Sembako Tiga Putri di Dusun III Desa Kemang Tanduk merupakan salah satu usaha yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Produk yang tersedia di antaranya kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, minyak goreng, garam, tepung, kopi, susu kental manis, telur, minuman ringan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Dengan keberadaan QRIS, toko tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis kepada pelanggan.
Langkah digitalisasi ini juga menjadi simbol bahwa UMKM di tingkat desa dapat mulai beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital melalui cara yang sederhana dan mudah diterapkan.
Mahasiswa KKN Kelompok 56 berharap penerapan QRIS tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa pengabdian. Lebih dari itu, pemanfaatan pembayaran digital diharapkan dapat terus digunakan dan berkembang menjadi bagian dari aktivitas usaha sehari-hari.
Dengan semakin terbiasanya masyarakat menggunakan transaksi digital, pelaku UMKM juga diharapkan semakin siap menghadapi perubahan pola konsumsi dan perkembangan teknologi di masa mendatang.
KKN sebagai Wadah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Program digitalisasi UMKM tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa KKN tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga berusaha memahami kebutuhan masyarakat dan mencari solusi yang dapat memberikan manfaat secara langsung.
Ketua KKN Kelompok 56 UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85, Mahardika, menjadi salah satu penggerak mahasiswa dalam pelaksanaan berbagai program pengabdian kelompok di Desa Kemang Tanduk.
Sementara itu, Dhea Stefany selaku sekretaris turut mendukung koordinasi dan pelaksanaan kegiatan kelompok sehingga program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik.
Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan hubungan timbal balik. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama berada di lingkungan akademik, sementara masyarakat memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan Sekadar QRIS, tetapi Langkah Menuju UMKM Berdaya Saing
Program pengenalan QRIS yang dilakukan Kelompok 56 memiliki pesan yang lebih luas. Digitalisasi pembayaran merupakan salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, pelaku usaha dituntut untuk mampu membaca kebutuhan konsumen. Kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek pelayanan yang semakin diperhatikan oleh masyarakat.
Karena itu, pemanfaatan QRIS dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk mengenal lebih jauh berbagai bentuk digitalisasi lainnya, mulai dari pencatatan keuangan, promosi melalui media sosial, pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha yang lebih terstruktur.
Mahasiswa KKN Kelompok 56 berharap semangat digitalisasi tersebut dapat terus berkembang di Desa Kemang Tanduk. Tidak hanya satu usaha, tetapi juga dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk mulai memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Membangun Ekonomi Desa dari Langkah Sederhana
Program yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85 Kelompok 56 menunjukkan bahwa membangun ekonomi masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.
Pengenalan QRIS kepada pelaku UMKM menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan potensi ekonomi lokal dengan perkembangan teknologi digital.
Ke depan, keberadaan UMKM yang semakin melek digital diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Desa Kemang Tanduk. Pelaku usaha dapat memberikan pelayanan yang lebih fleksibel kepada pelanggan, sedangkan masyarakat memperoleh alternatif transaksi yang lebih praktis.
Lebih jauh, digitalisasi UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha lokal untuk terus berkembang dan berinovasi.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 56, kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari program kerja, melainkan bentuk kepedulian terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di lokasi pengabdian.
Melalui semangat “UMKM Naik Kelas, Ekonomi Desa Semakin Digital”, mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85 Kelompok 56 berupaya meninggalkan sebuah langkah positif bagi masyarakat Desa Kemang Tanduk.
Kehadiran QRIS di Toko Sembako Tiga Putri pun menjadi salah satu gambaran bahwa transformasi ekonomi digital dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dari sebuah toko sederhana di desa, lahir sebuah langkah kecil menuju transaksi yang lebih modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat, diharapkan digitalisasi ekonomi di Desa Kemang Tanduk dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kemandirian serta daya saing ekonomi masyarakat lokal.





