Kongres VII BM PAN Ricuh, Panitia Mengaku Dieksploitasi: Tenaga Dikerahkan, Hak Tak Kunjung Diberikan

banner 468x60

 

Read More
banner 300x250

BANTEN — Pelaksanaan Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang sebelumnya diwarnai kericuhan saat agenda pemilihan Ketua Umum periode 2026–2031, kini menyisakan persoalan lain. Sejumlah panitia pelaksana mempertanyakan kejelasan pembayaran serta pemenuhan benefit yang hingga kini disebut belum mendapatkan kepastian konkret.

Kericuhan Kongres VII BM PAN di Banten pada Minggu (12/7/2026) sebelumnya telah menjadi sorotan publik. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan aksi saling dorong hingga dugaan pemukulan antarpeserta di tengah berlangsungnya agenda kongres.

Namun, persoalan tidak berhenti pada dinamika persidangan. Setelah kegiatan berakhir, sejumlah panitia mengaku masih menunggu hak dan komitmen yang sebelumnya disampaikan dalam rangkaian pelaksanaan Kongres VII BM PAN.

“Kami sudah hampir satu bulan menunggu. Sampai hari ini belum ada jawaban yang konkret terkait pembayaran dan benefit yang menjadi hak panitia. Kami hanya membutuhkan kejelasan, bukan janji yang terus ditunda.”

Panitia menilai kondisi tersebut sangat disayangkan. Sebab, mereka telah mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, bahkan meninggalkan kepentingan pribadi demi memastikan agenda besar organisasi dapat terlaksana.

Mereka mempertanyakan bagaimana komitmen organisasi terhadap kader dan panitia dapat dipertanggungjawabkan apabila persoalan hak orang-orang yang bekerja di balik suksesnya kegiatan justru tidak mendapatkan kepastian.

“Kami bekerja bukan hanya ketika kamera menyala. Ketika acara berlangsung, kami yang memastikan semuanya berjalan. Maka ketika acara selesai, jangan sampai kami justru dilupakan,” tegas salah seorang panitia.

Atas kondisi tersebut, sejumlah panitia berencana meminta audiensi secara langsung kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki kewenangan dan tanggung jawab, tanpa lagi berputar melalui rantai koordinasi yang selama ini dinilai belum memberikan solusi konkret.

Mereka menegaskan langkah tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap organisasi, melainkan upaya mencari kejelasan dan mempertahankan rasa tanggung jawab terhadap sesama kader.

“Kami cinta BM PAN. Justru karena kami cinta organisasi ini, kami ingin persoalan ini diselesaikan secara terbuka dan bermartabat. Jangan sampai orang-orang yang bekerja untuk organisasi justru kehilangan kepercayaan karena tidak mendapatkan kepastian atas haknya,” ujarnya.

Panitia berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai status pembayaran, benefit, serta penyelesaian kewajiban kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan Kongres VII BM PAN.

Kongres boleh selesai, kepengurusan boleh berganti, tetapi tanggung jawab terhadap orang-orang yang telah bekerja tidak boleh ikut hilang.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *