JAKARTA, 27 Agustus 2026 — Ribuan masa aksi gabungan dan aktivis melakukan aksi demonstrasi di gedung DPR RI , Aktivis Sumsel Jakarta atau ASJ tampak membersamai aksi tersebut.
Dikoordinir oleh Tonico Angga selaku koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat dan mahasiswa terhadap sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Massa aksi menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial, ekonomi, penegakan hukum, serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat.
Dalam momentum aksi 27 Agustus 2026, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Aktivis Sumsel Jakarta, antara lain:
1. Mendorong pemberantasan korupsi secara serius dan menyeluruh.
2. Mendorong kepastian dan percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset sebagai salah satu instrumen dalam memperkuat pemberantasan korupsi.
3. Memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan kebijakan ekonomi tidak semakin membebani masyarakat.
4. Memperkuat akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
5. Melindungi hak dan kesejahteraan pekerja serta memastikan kebijakan ketenagakerjaan berpihak kepada masyarakat.
6. Mengevaluasi program MBG dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat .
7. Memintak menutup Koprasi Merah Putih yang di nilai tidak akan ada manfaat bagi masyarakat karna belum berjalan saja sudah banyak di temukan korupsinya dan dinilai tidak akan efektif dijalankan.
8. Memperkuat demokrasi dan supremasi hukum serta memastikan tidak terjadi tindakan yang dapat menghambat kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
9. Mendorong pemerintah agar lebih responsif terhadap persoalan masyarakat, termasuk persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan bencana yang terjadi di berbagai daerah.
“Tuntutan ini disampaikan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Kami juga mendorong adanya transparansi, keterbukaan, serta penegakan hukum yang berkeadilan” tegas Tonico.
Tonico Angga juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial sekaligus bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dan masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Gerakan ini bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. DPR harus segera mengesahkan RUU perampasan aset guna memiskinkan dan sebagai efek jera bagi para koruptor” ujar Tonico dalam aksi tersebut.
Aktivis Sumsel Jakarta berkomitmen akan terus melakukan pengawalan terhadap kebijakan pemerintah dan menyuarakan kepentingan masyarakat apabila persoalan-persoalan yang menjadi perhatian publik belum mendapatkan penyelesaian yang konkret, terutama akan melakukan pengawalan terkait RUU Perampasan aset.
