Audiensi BM PAN dengan Wamendagri, Bima Arya: Dana Banpol Harus Disalurkan untuk Kaderisasi

JAKARTA – Pengurus DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, dalam rangka persiapan Kongres VII BM PAN yang akan diselenggarakan pada 10–12 Juli 2026 di Anyer, Banten.

Read More

Audiensi dihadiri Sekretaris Dewan Pakar BM PAN, Iswari Mukhtar, Sekjen BM PAN, Slamet Ariyadi, Ketua SC Kongres VII BM PAN, Abdul Munir Sara, Ketua OC Kongres VII BM PAN, Muhammad Firman, Ketua BM PAN Riyan Hidayat dan unsur Panitia Kongres VII BM PAN lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendagri Bima Arya menekankan pentingnya penguatan kaderisasi sebagai fondasi utama keberlanjutan partai politik. Menurutnya, dana bantuan politik (Banpol) yang diberikan negara kepada partai politik harus benar-benar dimanfaatkan untuk membangun sistem kaderisasi yang terukur, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Dana Banpol harus tersalurkan untuk kaderisasi. Partai politik yang sehat adalah partai yang memiliki sistem kaderisasi yang kuat, berjenjang, dan terus menghasilkan pemimpin-pemimpin baru,” ujar Bima Arya dalam audiensi tersebut.

Bima Arya juga menyoroti tantangan organisasi kepemudaan partai politik saat ini yang dituntut mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, organisasi sayap kepemudaan tidak cukup hanya hadir di lingkungan politik formal, tetapi juga harus mampu masuk ke berbagai komunitas, kelompok profesi, kalangan kreatif, dunia digital, hingga ruang-ruang diskusi publik yang berkembang di tengah generasi muda.

“Organisasi kepemudaan partai harus mampu mengakses semua lini. Anak muda hari ini hidup dalam ekosistem yang berbeda. Mereka berada di komunitas, platform digital, ruang-ruang kreatif, dan berbagai sektor profesi. Kaderisasi harus mampu menjangkau seluruh ruang tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Bima Arya menegaskan jika PAN merupakan salah satu partai yang terdepan dalam kaderisasi. Karena itu, penguatan kaderisasi harus menjadi prioritas bersama

“PAN merupakan salah satu partai yang terdepan dalam kaderisasi dan BM PAN adalah kawah candradimuka bagi lahirnya kader-kader muda yang kelak akan menjadi pemimpin partai, pemimpin daerah, anggota legislatif, maupun pemimpin bangsa.” lanjut Bima.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Steering Committee (SC) Kongres VII BM PAN, Munir Sara, menyatakan bahwa penguatan kaderisasi akan menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam Kongres VII BM PAN. Menurutnya, BM PAN memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat proses regenerasi kepemimpinan sekaligus menyiapkan kader yang mampu menjawab tantangan politik dan sosial di masa depan.

Munir mengatakan bahwa PAN selama ini dikenal sebagai salah satu partai yang konsisten dalam melakukan kaderisasi politik. Dalam konteks tersebut, BM PAN memiliki posisi strategis sebagai ruang pembentukan kader-kader muda yang nantinya akan menjadi pemimpin di berbagai tingkatan organisasi maupun ruang publik.

Munir menekankan bahwa Kongres VII BM PAN tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum untuk merumuskan arah kaderisasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika politik nasional.

Kongres VII BM PAN akan dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta unsur peninjau dan undangan. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan organisasi sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan demokrasi Indonesia.

“Masukan dari Wamendagri menjadi bekal penting bagi BM PAN untuk terus memperkuat kaderisasi dan memperluas jangkauan organisasi. Kami ingin memastikan BM PAN mampu menjadi rumah besar bagi anak-anak muda Indonesia yang ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tutup Munir Sara.

Related posts