
Jakarta — Ketua Umum Gerakan Pemuda Muslim Indonesia (GPMI) Tonico Angga, menegaskan bahwa narasi yang menyeret nama Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, merupakan informasi yang 100 persen hoaks dan tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya unggahan di media sosial yang menarasikan seolah-olah Zulkifli Hasan pernah menyampaikan pernyataan, “tugas rakyat hanya satu yaitu bayar pajak.” Narasi itu ramai diperbincangkan setelah muncul di akun Instagram @panglimarakyatkonoha, yang memuat potongan kutipan tanpa penjelasan utuh.
Dalam unggahan tersebut juga dicantumkan kalimat lain yang mengatasnamakan Zulkifli Hasan dengan narasi, “rakyat terlalu banyak mengkritik, tapi isinya kosong, rakyat itu aib bagi pemerintah.” Menurut Ketum GPMI, kutipan seperti itu tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Setelah kami telusuri, informasi yang beredar itu 100 persen hoaks. Tidak ada pernyataan resmi seperti yang dituduhkan. Ini bentuk fitnah yang sangat berbahaya karena dapat menggiring opini publik secara tidak sehat,” ujarnya.
Ia menilai penyebaran informasi yang tidak utuh dan tanpa sumber kredibel merupakan pola lama yang sengaja dimainkan untuk membentuk persepsi negatif terhadap tokoh tertentu di ruang publik.
Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama yang bersumber dari potongan video maupun kutipan yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Jangan mudah percaya pada narasi yang sengaja dipelintir. Masyarakat harus kritis, cek sumbernya, dan jangan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Ketum GPMI juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks semacam ini tidak hanya merugikan individu yang difitnah, tetapi juga dapat mengganggu suasana kebangsaan jika terus dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi.
“Kita tidak boleh memberi ruang bagi penyebar fitnah. Persatuan bangsa harus dijaga, dan masyarakat jangan sampai diadu domba oleh informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan,” tegasnya.