
Jakarta — Ketua Perkumpulan Pemuda Keadilan, Dendi Budiman, menyesalkan kegaduhan yang muncul akibat fitnah yang diarahkan kepada Zulkifli Hasan, terkait beredarnya narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengatakan “tugas rakyat hanya satu yaitu bayar pajak”.
Diketahui informasi itu beredar di akun Instagram @panglimarakyatkonoha. Akun tersebut mengunggah konten yang berisi informasi hanya berupa potongan kutipan tanpa konteks yang utuh, sehingga berpotensi menimbulkan provokasi di tengah masyarakat. Dalam unggahan tersebut, dicantumkan kutipan yang mengatasnamakan Zulhas dengan narasi, “rakyat terlalu banyak mengkritik, tapi isinya kosong, rakyat itu aib bagi pemerintah.”
Penyebaran kutipan semacam ini patut disayangkan karena dapat menggiring opini publik secara keliru dan memperkeruh suasana apabila tidak disertai sumber yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai, polemik yang sengaja dibangun di ruang publik tidak menutup kemungkinan merupakan bagian dari upaya pihak-pihak tertentu yang ingin merusak harmoni bangsa.
Menurut Dendi, penyebaran informasi yang tidak berdasar dan narasi yang tendensius dapat memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak oleh masyarakat. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang sengaja dimainkan untuk menciptakan kegaduhan nasional.
“Kami melihat ada pihak-pihak yang diduga sengaja memanfaatkan situasi ini untuk merusak harmoni kebangsaan. Cara-cara seperti ini tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu persatuan yang selama ini kita jaga bersama,” ujar Dendi.
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi serta tidak terprovokasi oleh berita hoaks maupun ujaran kebencian yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Jangan sampai masyarakat terpecah belah gara-gara informasi yang tidak benar. Ini jelas fitnah besar. Kita harus bersama-sama menjaga persatuan dan tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin merusak keharmonisan bangsa,” tegasnya.