Jakarta– Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (ASBRINTARA) Denni menilai ketidakpastian geopolitik global turut memberi tekanan terhadap perekonomian nasional. Kondisi ini dinilai membutuhkan solusi konkret dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Menurut Denni, salah satu sektor yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan adalah komoditas turunan kelapa. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekspor produk turunannya.
“Indonesia bukan hanya salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, tetapi juga memiliki kualitas kelapa yang sangat baik. Jika pemerintah dan pelaku usaha memberi perhatian serius pada pengembangan industri turunan kelapa, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai produk turunan kelapa Indonesia memiliki permintaan yang tinggi di pasar internasional. Beberapa di antaranya adalah arang briket kelapa, karbon aktif, coco fiber, hingga virgin coconut oil (VCO).
” Ditengah meningkatnya ketidakpastian global, tekanan ekonomi dapat muncul dari berbagai sisi, seperti perpindahan investasi global ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven) hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perlambatan pada sektor industri domestik, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor, “ujarnya.
Dalam situasi tersebut, peningkatan ekspor komoditas berbasis kelapa dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat perekonomian nasional. Selain berpotensi meningkatkan devisa negara, sektor ini juga dinilai mampu memperkuat nilai tukar rupiah serta memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Pengembangan industri turunan kelapa dapat menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Selain memberikan kontribusi terhadap neraca perdagangan dan Produk Domestik Bruto (PDB), hal ini juga menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki komoditas kelapa terbaik,” jelasnya.
Karena itu, ASBRINTARA berharap pemerintah dan pelaku usaha dapat memperkuat sinergi untuk mendorong pengembangan industri turunan kelapa secara lebih serius, mulai dari penguatan regulasi, administrasi teknis, hingga implementasi di lapangan.
“Harapan kami tentu pemerintah dan para pelaku usaha turunan kelapa dapat segera bersinergi lebih serius dan cepat, mulai dari aspek administrasi teknis hingga tahap eksekusi di lapangan,” tutup Denni.
